No Image
No Image

Link Artikel

Komposisi Kimia Lateks Karet Alam
18/06/2009 | Hani

Lateks adalah suatu  [ ... ]


Sejarah Karet Alam Abad 19
15/06/2009 | Santi

Pemanfaatan karet se [ ... ]


Sejarah Karet Alam Abad 18
27/05/2009 | Santi

Pada abad ke-18, sej [ ... ]


Member Area

Ingat saya
Belum terdaftar? Daftar

Iklan

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator

Customer Service Status

Online Customer ServiceCustomer Service

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday117
mod_vvisit_counterYesterday171
mod_vvisit_counterThis week606
mod_vvisit_counterThis month2670
mod_vvisit_counterAll98510
No Image
PENGEMBANGAN PROSES PEMBUATAN KARET VISKOSITAS MANTAP JENIS SIR 20 DALAM FASA PADAT Cetak E-mail

Karet alam mengalami peningkatan nilai viskositas, storage hardening, selama proses pengolahan, pengangkutan dan penyimpanan yang disebabkan oleh reaksi ikatan silang antara gugus aldehida pada rantai molekul poliisoprena dengan gugus aldehida terkondensasi yang ada dalam bahan bukan karet atau yang ada pada rantai polimer karet alam. Gejala ini menimbulkan kesulitan bagi konsumen dalam produksi barang jadi karet. Upaya untuk mengatasinya telah dapat dilakukan dengan menambahkan bahan pemantap viskositas karet yang dapat menghambat terbentuknya ikatan silang pada rantai molekul karet tersebut.

Pada penelitian ini dilakukan penambahan bahan pemantap viskositas pada pembuatan SIR 20, yaitu sebelum ekstrusi remahan karet dalam ekstruder. Penonaktifan gugus aldehida ini dapat berlangsung dengan sempurna. Penelitian ini merupakan implementasi hasil tahun sebelumnya pada skala industri , dilanjutkan dengan evaluasi masalah yang timbul selama proses pembuatan SIR 20 CV dan menemukan solusinya agar produksi untuk keperluan komersial berlangsung lancar. Percobaan pembuatan karet viskositas mantap jenis SIR 20 CV pada fasa padat pada skala industri di pabrik karet remah PT. Badja Baru, Palembang, yang mengolah bokar dari rakyat telah berhasil dilakukan. Dosis HNS-modifikasi yang diterapkan adalah 1,5, 5,0 dan 7,5 gram/kg karet kering.

Data penelitian penentu keberhasilan percobaan diolah secara statistik menggunakan perangkat lunak SPSS 15. Hasil uji homogenitas berdasarkan uji Levene menunjukkan bahwa untuk parameter uji ASHT, accelerated storage hardening test, dan plastisitas awal (Po), untuk dosis 5,0 dan 7,5 memiliki data yang homogen. Berdasarkan uji ANOVA untuk semua parameter ASHT, Po, PRI dan viskositas Mooney penambahan dosis HNS-modifikasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter uji yang diamati. Selanjutnya uji beda nyata jujur dan uji Tukey menunjukkan semakin besar dosis HNS-modifikasi semakin kecil nilai ASHT, yang berarti bahwa karet SIR 20 CV yang dihasilkan semakin mantap. Dosis HNS-modifikasi sebesar 5,0 dan 7,5 adalah dosis yang tepat untuk membuat karet alam viskositas mantap jenis SIR 20 CV. Beberapa industri ban kendaraan dunia saat ini memerlukan pasokan SIR-20 CV dengan spesifikasi mutu yang amat ketat, oleh karena itu paket teknologi pembuatan SIR 20 CV dalam fasa padat ini seyogyanya diterapkan oleh produsen karet alam jenis SIR 20, yang bahan bakunya sebagian besar adalah dari karet rakyat, karena mendapat premi dari pembeli. Diharapkan premi yang diperoleh produsen sebagian dapat dikembalikan kepada petani dalam bentuk pembelian bahan olah karet rakyat yang lebih tinggi, sehingga dapat menjadi insentif dalam perbaikan mutu bahan olah karet rakyat di tingkat petani, sehingga citra karet alam Indonesia meningkat dimata konsumen lebih baik lagi. Untuk implementasi hasil penelitian ini pada skala industri di pabrik karet remah yang mengolah karet rakyat lainnya perlu dilakukan uji coba secara kontinu terlebih dahulu di masing-masing pabrik untuk jangka waktu tertentu agar segala jenis bahan olah yang masuk ke pabrik dipelajari agar konsistensi mutu yang dicapai terjamin.

Y Syamsu, A Cifriadi, M. I. Fathurrohman, E. Budianto.

 Image

 
< Sebelumnya
No Image
No Image No Image No Image
No Image
© 2013 bptk bogor
Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor
No Image